Yona Prasetyo, Adellia (2026) STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN NUTRISI METABOLIK PATOLOGIS PENYAKIT DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA. Diploma thesis, STIKES PANTI RAPIH.
|
Text
sudah revisi adellia - cover_pdf.pdf Download (746kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - BAB 1_PDF.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - BAB 2_PDF.pdf Restricted to Repository staff only Download (513kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - BAB 3_PDF.pdf Restricted to Repository staff only Download (220kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - BAB 4_PDF.pdf Restricted to Repository staff only Download (432kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - BAB 5_PDF.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
sudah revisi adellia - LAMPIRAN_PDF.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis akibat resistensi insulin yang menyebabkan hiperglikemia. Di DIY, prevalensi DM menempati peringkat kedua tertinggi nasional, dengan angka kejadian gangguan pemenuhan nutrisi pada pasien rawat inap mencapai 83,8%. Perawat berperan penting dalam mengelola kestabilan metabolik dan mencegah komplikasi sekunder pasien. Tujuan: Mengeksplorasi dan menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan komprehensif pada pasien DM Tipe 2 dengan gangguan nutrisi metabolik di RS Panti Rapih Yogyakarta, meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah satu pasien (Bp. B) di Ruang Elisabeth Gruyters Lantai 4 RS Panti Rapih Yogyakarta pada 4–6 Juni 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi fisik, pemantauan klinis, dan studi rekam medis. Analisis data menggunakan metode reduksi, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil Pengkajian Kasus: Bp. B memiliki riwayat DM Tipe 2 yang tidak terkontrol dengan komorbiditas kompleks (Chronic Heart Failure, PPOK, UAP, NSTEMI, dan suspek stroke dengan hemiparesis sinistra). Pasien menunjukkan gejala trias 3P (polidipsi, poliuri masif, dan polifagi yang berubah menjadi anoreksia). Status antropometri menunjukkan underweight 18,41 kg/m, GDS awal mencapai 264 mg/dL, serta mengalami balans cairan negatif ekstrem dan krisis hipertensi (TD hingga 189/79 mmHg). Diagnosis Keperawatan (SDKI): 1. Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah b.d resistensi insulin dan kurang patuh manajemen diabetes. 2. Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif d.d faktor risiko krisis hipertensi dan suspek stroke. 3. Hipovolemia b.d kegagalan mekanisme regulasi (diuresis osmotik). 4. Defisit Nutrisi b.d ketidakmampuan memanfaatkan nutrien (katabolisme). Pembahasan Kesenjangan: Ditemukan dilema klinis pada regulasi cairan, di mana teori menyarankan rehidrasi agresif untuk balans negatif, namun di lapangan dilakukan pembatasan cairan ketat demi mencegah edema paru akibat komorbid CHF. Pengukuran antropometri berkala juga dimodifikasi secara visual karena kondisi hemiparesis pasien. Selain itu, pengawasan diet menghadapi tantangan akibat ketidakpatuhan keluarga dalam memberikan makanan selingan di luar menu rumah sakit. Kesimpulan & Implementasi: Fokus luaran utama adalah Kestabilan Kadar Glukosa Darah. Implementasi dilakukan melalui Manajemen Hiperglikemia, meliputi monitoring GDS berkala, pemantauan tanda-tanda vital, observasi output urine, edukasi diet persuasif (3J), serta kolaborasi terapi insulin sliding scale, obat anti-hipertensi, dan anti-koagulan untuk menjaga stabilitas hemodinamik pasien. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Gangguan Nutrisi Metabolik, Asuhan Keperawatan, Diet 3J, Balans Cairan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Diploma Tiga Keperawatan |
| Divisions: | Diploma Tiga Keperawatan > |
| Depositing User: | Adellia Yona Prasetyo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:40 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:40 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3078 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

