Ruth Naomi Angelica Tambunan, Ruth (2026) PENERAPAN TERAPI KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA DENGAN NYERI AKUT DI RUANG RAWAT INAP TZU CHI HOSPITAL. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih.
|
Text
Halaman Depan-Kata Pengantar.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (142kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (181kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (124kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (738kB) |
Abstract
Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan mobilitas, serta penurunan kualitas hidup. Pada kasus OA lutut stadium lanjut, tindakan Total Knee Replacement (TKR) menjadi salah satu pilihan terapi untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi. Namun, nyeri akut pascaoperasi masih menjadi masalah yang dapat menghambat proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri adalah terapi kompres dingin (cryotherapy) menggunakan ice gel pack. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan nyeri akut pasca operasi TKR di ruang rawat inap lantai 12 Tzu Chi Hospital. Penerapan Evidence-Based Nursing (EBN) dilakukan pada dua pasien lansia pasca operasi TKR, yaitu Tn. A berusia 71 tahun dan Ny. N berusia 69 tahun. Intervensi kompres dingin menggunakan ice gel pack diberikan selama ±30 menit, tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut (H0–H2 post operasi). Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa pada Tn. A rata-rata skala nyeri menurun dari 4,0 menjadi 2,7, sedangkan pada Ny. N menurun dari 5,0 menjadi 3,7. Kedua pasien mengalami rata-rata penurunan nyeri sebesar 1,3 poin serta menunjukkan respons positif berupa berkurangnya keluhan nyeri, tampak lebih rileks, dan merasa lebih nyaman selama masa pemulihan. Dengan demikian, terapi kompres dingin menggunakan ice gel pack dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada lansia pasca operasi TKR dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi mandiri perawat berbasis bukti dalam manajemen nyeri nonfarmakologis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | S1 Profesi Ners > Gerontik/Lansia |
| Divisions: | Profesi Ners > |
| Depositing User: | Ruth Naomi Angelica Tambunan |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:46 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 01:46 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

