Yustina Danik Ariyanti, Yustina (2026) Perbandingan Hemostasis Device Radialis Konvensional Dengan Deflasi Balon Terhadap Saturasi Oksigen Dan Gelombang Pletysmography Pasien Pascakateterisasi Di Ruang ICU Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH.
|
Text
logo-kata pengantar.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1 Penelitian Final_Yustina Danik Ariyanti.pdf Download (518kB) |
|
|
Text
BAB 2 Penelitian Final_Yustina Danik Ariyanti.pdf Download (846kB) |
|
|
Text
BAB 3 Penelitian Final_Yustina Danik Ariyanti.pdf Restricted to Repository staff only Download (903kB) |
|
|
Text
BAB 4 Penelitian Final_Yustina Danik Ariyanti.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5 Penelitian Final_Yustina Danik Ariyanti.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN+TURNITIN Yustina Danik.pdf Download (4MB) |
Abstract
Kateterisasi jantung melalui akses arteri radialis memerlukan tindakan hemostasis untuk mencegah perdarahan. Penggunaan alat hemostasis dengan tekanan yang berlebihan atau dalam waktu yang lama dapat menghambat aliran darah distal dan meningkatkan risiko oklusi arteri radialis. Namun demikian terdapat metode deflasi balon yang belum diketahui pengaruhnya dibanding metode konvensional. Pemantauan saturasi oksigen dan gelombang plethysmography dapat digunakan sebagai indikator perfusi distal selama proses hemostasis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan hemostasis device radialis konvensional dengan deflasi balon terhadap saturasi oksigen dan gelombang plethysmography pada pasien pascakateterisasi di ruang ICU Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan Randomized Controlled Trial (RCT) dua kelompok pretest-posttest. Sebanyak 52 responden dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu 26 responden kelompok hemostasis device radialis konvensional dan 26 responden kelompok deflasi balon bertahap. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik sesuai dengan distribusi data dan tujuan penelitian. Hasil statistik untuk saturasi oksigen dengan uji Friedman menunjukkan pada metode konvensional didapatkan p= 0,081 dan p= 0,316 pada metode deflasi balon. Sedangkan untuk melihat gelombang pletysmography dengan uji Cochran didapatkan p=1.000 pada metode konvensional dan deflasi balon. Uji beda saturasi oksigen pada metode konvensional dan deflasi balon menggunakan uji Mann Whitney yang menunjukkan nilai p= 0,683 dengan median saturasi oksigen pada kelompok metode konvensional sebesar 99% dengan rentang 93–100%, sedangkan median kelompok metode deflasi balon saturasi sebesar 99% dengan rentang 95–100%. Uji beda gelombang pletysmography pada metode konvensional dan deflasi balon menggunakan uji Chi Square menunjukkan p=0,552. Kesimpulan : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode hemostasis device radialis konvensional dan deflasi balon terhadap saturasi oksigen dan gelombang pletysmography pasien pascakateterisasi. Kedua metode dapat digunakan sesuai kebutuhan pasien dengan tetap memperhatikan pemantauan perfusi distal melalui saturasi oksigen dan gelombang plethysmography. Kata kunci: hemostasis radialis, deflasi balon, saturasi oksigen, gelombang plethysmography, pascakateterisasi jantung.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Divisions: | Prodi S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Yustina Danik Ariyanti |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:37 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3155 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

