andriani, siska (2026) Analisis Penerapan Aromaterapi Citrus Pada Pasien Nyeri Post Operasi Orif Di Ruang Gabriel Dewasa Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih.
|
Text
1. HAL 1-2.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
2. HAL 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (339kB) |
|
|
Text
3. HAL 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
|
Text
4. HAL 5-12.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (352kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (263kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (270kB) |
Abstract
Nyeri pasca operasi fraktur, khususnya setelah tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF), merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien akibat trauma jaringan dan proses pembedahan. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan pasien meskipun telah diberikan terapi ahasa ic farmakologis. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologis berbasis Evidence-Based Nursing (EBN) yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer adalah aromaterapi citrus melalui metode inhalasi. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisis penerapan aromaterapi citrus terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi ORIF di ruang rawat inap. Rancangan yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan EBN. Subyek studi kasus berjumlah dua orang pasien post operasi ORIF hari pertama yang mengalami nyeri akut. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Aromaterapi citrus diberikan melalui metode inhalasi dengan meneteskan minyak esensial pada bola kapas yang ditempelkan pada pakaian pasien selama 20–30 menit dan diberikan dua jam setelah pemberian analgetik intravena. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua subyek setelah pemberian aromaterapi citrus secara bertahap selama periode intervensi, yaitu pada Subyek 1 dari skala 6 menjadi 3 dalam dua hari, dan pada Subyek 2 dari skala 7 menjadi 4.. Meskipun pasien tetap mendapatkan terapi farmakologis sesuai standar rumah sakit, aromaterapi citrus memberikan respons klinis yang positif dalam membantu menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi citrus berpotensi menjadi intervensi keperawatan non farmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri pada pasien post operasi fraktur dengan tindakan ORIF serta mendukung penerapan Evidence-Based Nursing dalam praktik keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Divisions: | Prodi S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Siska Andriani . |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 04:31 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:31 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3020 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

