Hida, Cin Monika Kori (2026) Pengaruh Proporsi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Ikan Teri terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Cookies sebagai Makanan Selingan Penanganan Stunting. Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
COVER .pdf Download (632kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (548kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (500kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (566kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Stunting berkaitan dengan kekurangan asupan zat gizi, terutama energi dan protein. Tepung kacang hijau dan tepung ikan teri berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan sumber energi dan protein dalam pengembangan cookies sebagai makanan selingan. Tujuan: Mengetahui pengaruh proporsi tepung kacang hijau dan tepung ikan teri terhadap karakteristik kimia dan organoleptik cookies. Metode: Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat formulasi, yaitu P0, P1, P2, dan P3. Analisis kimia meliputi nilai energi menggunakan bomb calorimeter dan kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis semi terlatih meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur, aftertaste, dan kesukaan keseluruhan. Hasil: Proporsi tepung kacang hijau dan tepung ikan teri berpengaruh terhadap nilai energi (p=0,041), kadar protein (p=0,002), kenampakan, aroma, rasa, aftertaste, dan kesukaan keseluruhan (p<0,001), tetapi tidak berpengaruh terhadap tekstur (p=0,761). Seluruh formulasi memiliki nilai energi >400 kkal/100 g. Kadar protein tertinggi terdapat pada P3 sebesar 12,85%, sedangkan P1 memiliki nilai energi sebesar 526,95 kkal/100 g, kadar protein 11,25 g/100 g, dan skor kesukaan keseluruhan tertinggi di antara formulasi substitusi sebesar 3,03. Kesimpulan: Proporsi tepung kacang hijau dan tepung ikan teri memengaruhi karakteristik kimia dan karakteristik organoleptik cookies, kecuali pada karakteristik tekstur. P1 menunjukkan profil penerimaan organoleptik yang relatif paling baik di antara formulasi substitusi. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan melakukan analisis zat gizi lebih lengkap, meliputi karbohidrat, lemak, zat besi, zink, dan kalsium, serta uji daya simpan produk. Kata Kunci: cookies, tepung kacang hijau, tepung ikan teri, stunting
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Gizi |
| Divisions: | Prodi S1 Gizi |
| Depositing User: | Cin Monika Kori Hida |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 01:49 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 01:49 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

