PENGARUH PROPORSI TEPUNG UBI UNGU DAN ROLLED OAT PADA KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENANGANAN OBESITAS

Sumarti, Kordula (2026) PENGARUH PROPORSI TEPUNG UBI UNGU DAN ROLLED OAT PADA KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENANGANAN OBESITAS. Undergraduate thesis, STIKES Panti Rapih Yogyakarta.

[img] Text
Halaman Depan - Kata Pengantar.pdf

Download (520kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (92kB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (278kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (214kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (310kB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (8kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui konsumsi makanan selingan kaya serat. Snack bar berbahan tepung ubi ungu dan rolled oat berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan kaya serat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proporsi tepung ubi ungu dan rolled oat terhadap karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik snack bar. Metode: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu F1 (85%:15%), F2 (80%:20%), F3 (75%:25%), dan F4 (70%:30%) tepung ubi ungu dan rolled oat. Parameter yang dianalisis meliputi kadar serat pangan, nilai energi, tingkat kekerasan (hardness), serta uji organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, citarasa, aftertaste, dan kesukaan keseluruhan. Hasil: Proporsi tepung ubi ungu dan rolled oat tidak berpengaruh terhadap kadar serat pangan (p=0,894), nilai energi (p=0,112), hardness (p=0,882), kenampakan (p=0,645), aroma (p=0,724), dan citarasa (p=0,121), tetapi berpengaruh terhadap tekstur (p=0,011), aftertaste (p=0,005), dan kesukaan keseluruhan (p=0,001). Perlakuan F1 memperoleh nilai kesukaan keseluruhan tertinggi. Dalam satu sajian (36 g), F1 mengandung 2,82 g serat pangan dan 130,22 kkal energi serta memenuhi persyaratan klaim kaya serat sesuai Peraturan BPOM Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022. Kesimpulan: Proporsi tepung ubi ungu dan rolled oat berpengaruh terhadap tekstur, aftertaste, dan kesukaan keseluruhan, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar serat pangan, nilai energi, hardness, kenampakan, aroma, dan citarasa. Perlakuan F1 merupakan formulasi terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai snack bar kaya serat untuk mendukung penanganan obesitas. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan melakukan uji intervensi, analisis zat gizi yang lebih lengkap, dan uji daya simpan produk. Kata kunci: obesitas, snack bar, tepung ubi ungu, rolled oat, serat pangan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: S1 Gizi > Makanan dan Bahan Makanan
Divisions: Prodi S1 Gizi
Depositing User: Kordula Sumarti .
Date Deposited: 19 Aug 2026 03:36
Last Modified: 19 Aug 2026 03:36
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3244

Actions (login required)

View Item View Item