Pengaruh Proporsi Tepung Terigu, Ubi Jalar Ungu dan Pisang Terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Soft Cookies sebagai Cemilan Lansia Hipertensi

Naicea, Maria Yanti (2026) Pengaruh Proporsi Tepung Terigu, Ubi Jalar Ungu dan Pisang Terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Soft Cookies sebagai Cemilan Lansia Hipertensi. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih Yogyakarta.

[img] Text
COVER DAN DAFTAR ISI.pdf

Download (646kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (272kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (515kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (418kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (473kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia memerlukan pengaturan pola makan, salah satunya melalui peningkatan asupan kalium dan serat. Ubi jalar ungu dan pisang kepok merupakan bahan pangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber zat gizi tersebut. Pengolahannya menjadi soft Cookies diharapkan dapat menghasilkan camilan dengan kandungan gizi yang baik dan dapat diterima oleh lansia hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu, tepung ubi jalar ungu, dan tepung pisang kepok terhadap karakteristik kimia, organoleptik, dan daya terima soft Cookies sebagai camilan lansia hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat formulasi, yaitu F0 (100% tepung terigu), F1 (70%:15%:15%), F2 (60%:20%:20%), dan F3 (50%:25%:25%) tepung terigu, tepung ubi jalar ungu, dan tepung pisang kepok. Pengujian meliputi kadar kalium, kadar serat pangan, organoleptik, dan daya terima. Uji organoleptik melibatkan 30 panelis semi terlatih, sedangkan uji daya terima formula terbaik melibatkan 30 lansia. Hasil: Proporsi tepung berpengaruh signifikan terhadap kadar kalium (p=0,033), kenampakan (p=0,044), dan tekstur (p<0,001), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar serat pangan (p=0,275), aroma (p=0,125), rasa (p=0,130), dan kesukaan keseluruhan (p=0,166). Formula F2 dipilih sebagai formula terbaik dengan kadar kalium 2.719,69 mg/kg, kadar serat pangan 9,42 g/100 g, dan daya terima 90,17%. Kesimpulan: Formula F2 merupakan formulasi terbaik karena memberikan keseimbangan antara kandungan kalium, serat pangan, karakteristik organoleptik, dan daya terima, sehingga berpotensi menjadi alternatif camilan bagi lansia hipertensi Kata Kunci: hipertensi, lansia, soft Cookies, tepung ubi jalar ungu, tepung pisang kapok.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Gizi
Divisions: Prodi S1 Gizi
Depositing User: Maria Yanti Naicea
Date Deposited: 19 Aug 2026 01:14
Last Modified: 19 Aug 2026 01:14
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3247

Actions (login required)

View Item View Item