Fidela, Clara Augusta (2026) PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA BERBASIS WHATSAPP TERHADAP EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PROLANIS PUSKESMAS PLAYEN 1 KABUPATEN GUNUNGKIDUL. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH.
|
Text
Halaman Depan.pdf Download (490kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (443kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (362kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan kerja insulin dan membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Di wilayah kerja Puskesmas Playen 1 Kabupaten Gunungkidul masih ditemukan pasien dengan diabetes yang belum terkontrol serta keterbatasan edukasi berkelanjutan dalam program Prolanis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah edukasi kelompok sebaya berbasis WhatsApp yang memungkinkan pasien memperoleh informasi, berbagi pengalaman, serta mendapatkan dukungan sosial secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kelompok sebaya berbasis WhatsApp terhadap efikasi diri pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Prolanis Puskesmas Playen 1 Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel berjumlah 27 responden, terdiri dari 13 responden kelompok intervensi dan 14 responden kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi edukasi berbasis grup WhatsApp dengan materi pola makan, aktivitas fisik, monitoring status kesehatan, dan perawatan kaki, serta didukung booklet digital dan video edukasi. Instrumen yang digunakan adalah Diabetes Management Self-Efficacy Scale-Indonesia (DMSES-I). Karakteristik responden sebagian besar berada pada kategori usia pra lansia, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/SMK, tidak bekerja, dan telah menderita Diabetes Mellitus tipe 2 lebih dari satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan rerata skor efikasi diri dari 105,23 ± 25,03 sebelum intervensi menjadi 143,92 ± 19,66 setelah intervensi, dengan peningkatan sebesar 38,69 ± 21,35 dan nilai p < 0,001. Pada kelompok kontrol, rerata skor efikasi diri meningkat dari 90,07 ± 26,90 menjadi 96,93 ± 24,40 dengan peningkatan sebesar 6,86 ± 4,80 dan nilai p < 0,001. Perbedaan peningkatan skor efikasi diri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 31,83 poin dengan nilai p < 0,001. Besarnya effect size berdasarkan perubahan skor efikasi diri dilaporkan sebesar 2,032, yang menunjukkan perbedaan peningkatan yang besar, meskipun interpretasinya perlu dilakukan secara hati-hati karena jumlah sampel relatif kecil. Secara umum, edukasi kelompok sebaya berbasis WhatsApp menunjukkan peningkatan efikasi diri yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol dan dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap edukasi standar Prolanis. Disarankan bagi puskesmas dan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan pemanfaatan edukasi kelompok sebaya melalui WhatsApp sebagai alternatif edukasi berkelanjutan, sedangkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, durasi intervensi yang lebih panjang, dan melakukan follow-up untuk menilai keberlanjutan efek intervensi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Divisions: | Prodi S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Clara Augusta Fidela |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:22 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:22 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3339 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

