PENGARUH DIABETIC FOOT MASSAGE TERHADAP STATUS SENSITIVITAS DAN SIRKULASI PERIFER KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS NGAGLIK 2

Haryastuti, Chatarina Siena Nandha Rys Dewi Kurnia (2026) PENGARUH DIABETIC FOOT MASSAGE TERHADAP STATUS SENSITIVITAS DAN SIRKULASI PERIFER KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS NGAGLIK 2. Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta.

[img] Text
Halaman Cover.pdf

Download (531kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (220kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (622kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (300kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (510kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (204kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (5MB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 sering disertai neuropati perifer yang meningkatkan risiko ulkus dan amputasi. Diabetic foot massage berpotensi memperbaiki fungsi saraf, namun penelitian sebelumnya umumnya hanya menilai sensitivitas tanpa mengukur sirkulasi perifer secara objektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diabetic foot massage terhadap sensitivitas dan sirkulasi perifer kaki pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Ngaglik 2. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan two group pretest–posttest. Sebanyak 38 responden dipilih dengan teknik accidental sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=18) dan kelompok kontrol (n=20). Sensitivitas kaki diukur menggunakan tes monofilament dan sirkulasi perifer diukur dengan saturasi oksigen. Intervensi diabetic foot massage diberikan selama tiga hari berturut-turut selama 25 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test atau Wilcoxon untuk data berpasangan, serta Mann–Whitney untuk data tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor monofilamen pada kelompok intervensi baik pada kaki kiri maupun kanan (p=0,008 dan p=0,007), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p=1,000). Perbandingan antar kelompok setelah intervensi juga menunjukkan perbedaan signifikan pada sensitivitas kaki (p<0,05). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor saturasi oksigen baik dalam kelompok maupun antar kelompok (p>0,05), meskipun terjadi penurunan median kecil setelah intervensi. Disimpulkan bahwa diabetic foot massage selama 3 hari berturut-turut meningkatkan sensitivitas kaki, namun belum berpengaruh terhadap sirkulasi perifer pada penderita diabetes melitus tipe 2. Kata kunci : diabetic foot massage, diabetes melitus tipe 2, neuropati perifer, saturasi oksigen, sirkulasi perifer, tes monofilamen

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Depositing User: Chatarina Siena Nandha Rys Dewi Kurnia Haryastuti
Date Deposited: 18 Feb 2026 07:49
Last Modified: 18 Feb 2026 07:49
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2801

Actions (login required)

View Item View Item