Eralana, Patricia Tekla (2026) HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DINI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK UMUR 36-72 BULAN DI KELURAHAN DEMANGREJO, SENTOLO, KULON PROGO. Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
HALAMAN COVER.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (475kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (152kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, khususnya pada rentang usia 36-72 bulan. Perkembangan tersebut sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diberikan secara tepat dan berkelanjutan oleh orang tua, terutama ibu sebagai pengasuh utama. Pengetahuan ibu tentang stimulasi dini menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas stimulasi yang diberikan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan perkembangan motorik halus anak usia 36-72 bulan di Kelurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 79 ibu yang memiliki anak usia 36-72 bulan. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan motorik halus anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang stimulasi dini, yaitu sebanyak 56 responden (70,9%), sedangkan pengetahuan cukup sebanyak 13 responden (16,5%) dan pengetahuan kurang sebanyak 10 responden (12,7%). Perkembangan motorik halus anak sebagian besar berada pada kategori sesuai sebanyak 59 anak (74,7%), dan tidak sesuai sebanyak 20 anak (25,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan perkembangan motorik halus anak usia 36–72 bulan (r = 0,760; p < 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan perkembangan motorik halus anak. Semakin baik pengetahuan ibu mengenai stimulasi dini, maka semakin baik pula perkembangan motorik halus anak. Disarankan agar ibu sebagai pengasuh utama terus meningkatkan pengetahuan serta praktik stimulasi dini sesuai tahap perkembangan anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat edukasi dan pendampingan mengenai stimulasi perkembangan anak melalui upaya promotif dan preventif di masyarakat. Kata kunci: pengetahuan ibu, stimulasi dini, perkembangan motorik halus, anak usia 36-72 bulan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Patricia Tekla Eralana |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 03:42 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 03:42 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

