Annisa Nur Aviani, Annisa (2026) PENERAPAN TERAPI KOMPRES DINGIN TERHADAP PENINGKATAN RENTANG GERAK SENDI LUTUT PADA PASIEN POST TKR DI RUANG RAWAT INAP TZU CHI HOSPITAL. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA.
|
Text
HALDEP-ANISA.pdf Download (775kB) |
|
|
Text
BAB 1-ANISA.pdf Download (212kB) |
|
|
Text
BAB 2-ANISA.pdf Restricted to Repository staff only Download (194kB) |
|
|
Text
BAB 3-ANISA.pdf Restricted to Repository staff only Download (162kB) |
|
|
Text
BAB 4-ANISA.pdf Restricted to Repository staff only Download (161kB) |
|
|
Text
BAB 5-ANISA.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-ANISA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Osteoarthritis lutut merupakan penyakit degeneratif kronis yang ditandai nyeri, kekakuan, dan keterbatasan rentang gerak sendi yang berdampak pada penurunan fungsi mobilitas. Pada stadium lanjut, Total Knee Replacement (TKR) menjadi pilihan terapi untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi. Namun fase awal pasca operasi sering disertai inflamasi dan nyeri yang menghambat latihan mobilisasi sehingga memperlambat pemulihan rentang gerak sendi (range of motion/ROM). Terapi kompres dingin (cryotherapy) merupakan intervensi nonfarmakologis berbasis evidence yang berperan menurunkan nyeri dan edema serta meningkatkan toleransi latihan rehabilitasi. Penerapan Evidence-Based Nursing ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi kompres dingin terhadap peningkatan ROM lutut pada pasien post operasi TKR di ruang rawat inap Tzu Chi Hospital. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dewasa hari pertama pasca operasi TKR. Intervensi dilakukan melalui pemberian kompres dingin selama ±20 menit sebelum latihan mobilisasi, 3–4 kali per hari selama tiga hari. Pengukuran ROM dilakukan secara objektif menggunakan goniometer. Hasil menunjukkan peningkatan ROM pada kedua pasien. Pasien pertama mengalami peningkatan fleksi lutut dari 5° menjadi 35°, sedangkan pasien kedua meningkat dari 10° menjadi 50° setelah tiga hari intervensi. Penurunan nyeri dan edema juga teramati, yang berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi pasien dalam latihan rehabilitasi. Temuan ini sejalan dengan bukti randomized controlled trial yang menyatakan bahwa kombinasi cryotherapy dan rehabilitasi dini efektif mempercepat pemulihan fungsi lutut pasca TKR. Meskipun jumlah subjek terbatas dan periode observasi singkat, tren perbaikan yang konsisten menunjukkan bahwa terapi kompres dingin layak dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti untuk mendukung rehabilitasi pasien post operasi TKR. Integrasi cryotherapy dalam praktik klinis berpotensi meningkatkan ROM, menurunkan nyeri, dan mempercepat pemulihan fungsional pasien. Kata kunci: cryotherapy, Total Knee Replacement, rentang gerak sendi, rehabilitasi lutut, Evidence�Based NursingOsteoarthritis lutut merupakan penyakit degeneratif kronis yang ditandai nyeri, kekakuan, dan keterbatasan rentang gerak sendi yang berdampak pada penurunan fungsi mobilitas. Pada stadium lanjut, Total Knee Replacement (TKR) menjadi pilihan terapi untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi. Namun fase awal pasca operasi sering disertai inflamasi dan nyeri yang menghambat latihan mobilisasi sehingga memperlambat pemulihan rentang gerak sendi (range of motion/ROM). Terapi kompres dingin (cryotherapy) merupakan intervensi nonfarmakologis berbasis evidence yang berperan menurunkan nyeri dan edema serta meningkatkan toleransi latihan rehabilitasi. Penerapan Evidence-Based Nursing ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi kompres dingin terhadap peningkatan ROM lutut pada pasien post operasi TKR di ruang rawat inap Tzu Chi Hospital. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dewasa hari pertama pasca operasi TKR. Intervensi dilakukan melalui pemberian kompres dingin selama ±20 menit sebelum latihan mobilisasi, 3–4 kali per hari selama tiga hari. Pengukuran ROM dilakukan secara objektif menggunakan goniometer. Hasil menunjukkan peningkatan ROM pada kedua pasien. Pasien pertama mengalami peningkatan fleksi lutut dari 5° menjadi 35°, sedangkan pasien kedua meningkat dari 10° menjadi 50° setelah tiga hari intervensi. Penurunan nyeri dan edema juga teramati, yang berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi pasien dalam latihan rehabilitasi. Temuan ini sejalan dengan bukti randomized controlled trial yang menyatakan bahwa kombinasi cryotherapy dan rehabilitasi dini efektif mempercepat pemulihan fungsi lutut pasca TKR. Meskipun jumlah subjek terbatas dan periode observasi singkat, tren perbaikan yang konsisten menunjukkan bahwa terapi kompres dingin layak dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti untuk mendukung rehabilitasi pasien post operasi TKR. Integrasi cryotherapy dalam praktik klinis berpotensi meningkatkan ROM, menurunkan nyeri, dan mempercepat pemulihan fungsional pasien. Kata kunci: cryotherapy, Total Knee Replacement, rentang gerak sendi, rehabilitasi lutut, Evidence�Based Nursing
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Profesi Ners |
| Divisions: | Profesi Ners > |
| Depositing User: | Annisa Nur Aviani |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:04 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:04 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

