Cici Lestari, Cici (2026) ANALISIS PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM TZU CHI HOSPITAL JAKARTA. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA.
|
Text
Halaman Depan Cici.pdf Download (740kB) |
|
|
Text
BAB 1 CICI.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
BAB 2 CICI.pdf Restricted to Repository staff only Download (413kB) |
|
|
Text
BAB 3 CICI.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
|
Text
BAB 4 CICI.pdf Restricted to Repository staff only Download (477kB) |
|
|
Text
BAB 5 CICI.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN CICI.pdf Download (5MB) |
Abstract
Masalah menyusui tidak efektif pada ibu postpartum sering ditandai dengan pengeluaran ASI yang belum lancar, jumlah ASI yang masih sedikit, frekuensi menyusui yang kurang, serta refleks pengeluaran ASI (Let Down Reflex/LDR) yang belum optimal. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kecukupan asupan ASI pada bayi sehingga memerlukan intervensi yang tepat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan pengeluaran ASI adalah pijat oksitosin. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum di Tzu Chi Hospital Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Evidence Based Nursing pada dua pasien postpartum yang mengalami masalah menyusui tidak efektif akibat produksi ASI yang belum lancar. Intervensi pijat oksitosin diberikan selama dua hari berturut-turut sesuai SPO Pijat Oksitosin Tzu Chi Hospital. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi Let Down Reflex (LDR), pengamatan pengeluaran ASI, frekuensi menyusui, serta respons ibu dan bayi setelah menyusui. Hasil menunjukkan adanya peningkatan refleks pengeluaran ASI pada kedua pasien. Pada Ny. I skor LDR meningkat dari 4 menjadi 9, frekuensi menyusui meningkat, dan bayi tampak lebih puas setelah menyusu. Pada Ny. S skor LDR meningkat dari 3 menjadi 8, pengeluaran ASI meningkat dari ±3 cc menjadi ±15 cc, frekuensi menyusui meningkat dari 5-6 kali menjadi 8-10 kali per hari, dan bayi tampak lebih tenang setelah menyusu. Penerapan pijat oksitosin terbukti membantu meningkatkan refleks pengeluaran ASI dan memperlancar proses menyusui pada ibu postpartum. Perawat maternitas disarankan mempertimbangkan pijat oksitosin sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Kata Kunci: pijat oksitosin, produksi ASI, postpartum, let down reflex, menyusui tidak efektif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | S1 Profesi Ners > Maternitas |
| Divisions: | Profesi Ners > |
| Depositing User: | Cici Lestari . |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 03:42 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 03:42 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

