FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SHIVERING PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG OPERASI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU

Oktavia Yossy, Putri Pamungkas (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SHIVERING PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG OPERASI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih Yogyakarya.

[img] Text
judul.pdf

Download (847kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (283kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (347kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (340kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (450kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15kB)
[img] Text
dapus.pdf

Download (133kB)
[img]
Preview
Image
turnitine.PNG

Download (36kB) | Preview
[img] Text
lampiran.pdf

Download (4MB)

Abstract

Shivering merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah spinal anestesi akibat gangguan termoregulasi dan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), lama operasi, kategori operasi, dan suhu ruang operasi dengan kejadian shivering di Ruang Operasi Rumah Sakit Panti Rahayu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional pada 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Modified Crossley and Mahajan Scale, kemudian dianalisis dengan uji spearman Rank, kendall’s dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia dewasa (62 orang), berjenis kelamin perempuan (65 orang), memiliki IMT normal (54 orang), menjalani operasi selama 1–2 jam (79 orang), termasuk kategori operasi besar (54 orang), serta berada pada ruang operasi bersuhu <19°C (57 orang). Analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, IMT, lama operasi, kategori operasi, dan suhu ruang operasi dengan kejadian shivering (p<0,05). IMT merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian shivering (r=-0,576). Rumah sakit perlu meningkatkan upaya pencegahan shivering melalui pengendalian suhu ruang operasi, identifikasi faktor risiko, dan pemberian penghangatan pada pasien. Kata kunci: Faktor Risiko, Indeks Massa Tubuh (IMT), Shivering.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Divisions: Prodi S1 Keperawatan
Depositing User: Oktavia Yossy Putri Pamungkas
Date Deposited: 14 Aug 2026 10:23
Last Modified: 14 Aug 2026 10:23
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3143

Actions (login required)

View Item View Item