PROPORSI TEPUNG SORGUM DAN BIJI LABU KUNING TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENDERITA OBESITAS

Jati, Maria Elisabet Sita Mutiara (2026) PROPORSI TEPUNG SORGUM DAN BIJI LABU KUNING TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENDERITA OBESITAS. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH.

[img] Text
Halaman Depan - Kata Pengantar.pdf

Download (469kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (200kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (291kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (341kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (355kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (121kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular. Salah satu upaya penatalaksanaan obesitas adalah melalui konsumsi camilan tinggi serat dan protein dengan kandungan energi yang terkontrol. Tepung sorgum merupakan sumber serat pangan, sedangkan biji labu kuning merupakan sumber protein nabati yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku snack bar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sorgum dan biji labu kuning terhadap karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik snack bar untuk penderita obesitas. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga formulasi, yaitu F1 (70% tepung sorgum : 30% biji labu kuning), F2 (60% : 40%), dan F3 (50% : 50%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar energi, kadar serat pangan, kadar protein, karakteristik fisik (hardness), serta uji organoleptik yang mencakup kenampakan, aroma, tekstur, rasa, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung sorgum dan biji labu kuning berpengaruh terhadap kadar energi (p = 0,007), serat pangan (p = 0,001) dan protein (p = 0,014). Namun, tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik fisik (hardness) (p = 0,390) dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, rasa, dan kesukaan keseluruhan. Formulasi F3 (50% tepung sorgum : 50% biji labu kuning) menghasilkan kandungan serat pangan dan protein tertinggi sehingga memenuhi kategori kaya serat dan sumber protein, sedangkan formulasi F1 dipilih sebagai formulasi yang direkomendasikan karena memiliki kandungan energi paling rendah, tetap memenuhi kategori kaya serat dan sumber protein, serta memiliki tingkat penerimaan organoleptik yang disukai panelis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengembangan formulasi snack bar dengan memperhatikan karakteristik fisik dan daya simpan produk serta melakukan pengujian kandungan gizi lainnya untuk memperoleh informasi nilai gizi yang lebih lengkap. Kata kunci: obesitas, energi, snack bar, sorgum, biji labu kuning

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: S1 Gizi > Memasak Dengan Bahan Khusus
Divisions: Prodi S1 Gizi
Depositing User: Maria Elisabet Sita Mutiara Jati
Date Deposited: 19 Aug 2026 01:57
Last Modified: 19 Aug 2026 01:57
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3229

Actions (login required)

View Item View Item