Halawa, Pesta Kristin (2026) Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Hijau Terhadap Mocaf pada Kadar Protein dan Karakteristik Organoleptik Cookies untuk Pencegah Stunting. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
COVER.pdf Download (691kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (331kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (371kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (91kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pemenuhan kebutuhan protein. Cookies berbasis bahan pangan lokal seperti mocaf dan tepung kacang hijau berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan bergizi karena mudah diterima masyarakat, memiliki daya simpan yang lama, serta dapat meningkatkan nilai gizi produk. Tujuan: Mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau terhadap mocaf pada kadar protein dan karakteristik organoleptik cookies untuk pencegahan stunting. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas empat formulasi yaitu F0 (0%), F1 (15%), F2 (30%), dan F3 (45%) substitusi tepung kacang hijau terhadap mocaf dengan tiga kali pengulangan. Kadar protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Karakteristik organoleptik meliputi kenampakan, tekstur, aroma, citarasa, dan kesukaan keseluruhan diuji pada 33 panelis semi terlatih. Data kadar protein dianalisis menggunakan ANOVA, sedangkan data organoleptik menggunakan uji Friedman yang dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Substitusi tepung kacang hijau terhadap mocaf tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein (p>0,05) dan kenampakan cookies (p>0,05), tetapi berpengaruh signifikan terhadap tekstur, aroma, citarasa, dan kesukaan keseluruhan (p<0,05). Kadar protein F0, F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 9,40%, 13,43%, 12,53%, dan 10,59%. Semakin tinggi tingkat substitusi tepung kacang hijau cenderung menurunkan tingkat penerimaan panelis terhadap karakteristik organoleptik cookies. F1 direkomendasikan berdasarkan pertimbangan kadar protein dan penerimaan organoleptik. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan substitusi tepung kacang hijau terhadap mocaf pada kadar protein dan kenampakan cookies, tetapi terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tekstur, aroma, citarasa, dan kesukaan keseluruhan cookies. Kata Kunci: stunting, cookies, mocaf, tepung kacang hijau, protein
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Gizi |
| Divisions: | Prodi S1 Gizi |
| Depositing User: | Pesta Kristin Halawa |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:03 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

