Wulandari, Birgitta Ocha Dwi (2026) Hubungan Cita Rasa, Variasi Menu dan Penampilan Makanan dengan Sisa Makanan pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
Halaman Depan.pdf Download (642kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (388kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (319kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Sisa makanan merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan makanan di lembaga pemasyarakatan. Tingginya sisa makanan menunjukkan rendahnya penerimaan terhadap makanan yang disediakan, sehingga dapat menyebabkan kebutuhan gizi narapidana tidak terpenuhi serta meningkatkan pemborosan anggaran penyelenggaraan makanan. Sisa makanan dikaitkan dengan cita rasa, variasi menu, dan penampilan makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cita rasa makanan, variasi menu makanan, dan penampilan makanan dengan sisa makanan pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 89 narapidana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data cita rasa makanan, variasi menu makanan, dan penampilan makanan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sisa makanan diukur menggunakan metode Visual Comstock. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Spearman, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara cita rasa makanan dengan sisa makanan (p = 0,020 ; r = -0,247). Variasi menu makanan (p=0,276) dan penampilan makanan (p=0,841) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan sisa makanan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa cita rasa makanan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan sisa makanan (p=0,029; Exp(B)=0,131). Sementara itu, variasi menu makanan, penampilan makanan, lama tinggal, dan konsumsi makanan dari luar lapas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna setelah dikontrol secara bersama-sama. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara cita rasa makanan dengan sisa makanan. Cita rasa makanan menjadi faktor yang paling dominan berhubungan dengan sisa makanan pada narapidana. Dengan demikian, perlu adanya peningkatan kualitas cita rasa makanan perlu menjadi prioritas dalam upaya menurunkan sisa makanan dan meningkatkan keberhasilan penyelenggaraan makanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Gizi |
| Divisions: | Prodi S1 Gizi |
| Depositing User: | Birgitta Ocha Dwi Wulandari |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:06 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:06 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3249 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

