PENGARUH PROPORSI TEPUNG KACANG GUDE DAN TEPUNG IKAN BANDENG TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KARAKTERISTIK SENSORIS BISKUIT PMT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING

Wijayanti, Rachel Anggita (2026) PENGARUH PROPORSI TEPUNG KACANG GUDE DAN TEPUNG IKAN BANDENG TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KARAKTERISTIK SENSORIS BISKUIT PMT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH.

[img] Text
Halaman Depan - Kata Pengantar.pdf

Download (377kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (291kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (429kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (344kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (315kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (247kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama protein. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memiliki kandungan protein tinggi. Tepung kacang gude dan tepung ikan bandeng berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biskuit PMT karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proporsi tepung kacang gude dan tepung ikan bandeng terhadap kadar protein dan karakteristik sensoris biskuit PMT. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat formulasi biskuit kombinasi tepung kacang gude dan tepung ikan bandeng, yaitu F0 (0%), F1 (35%:15%), F2 (30%:20%), dan F3 (25%:25%) dengan tiga kali pengulangan. Kadar protein diuji menggunakan metode Kjeldahl dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sedangkan karakteristik sensoris (kenampakan, citarasa tekstur, aftertaste, dan kesukaan keseluruhan) diuji oleh 33 panelis semi terlatih dan dianalisis menggunakan uji Friedman yang dilanjutkan uji Wilcoxon. Hasil: Proporsi tepung kacang gude dan tepung ikan bandeng tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein biskuit (p>0,05), namun berpengaruh signifikan terhadap karakteristik sensoris (p<0,05). Semakin tinggi proporsi tepung kacang gude cenderung menurunkan tingkat penerimaan dan perbedaan terhadap karakteristik sensoris biskuit. Kesimpulan: Dengan demikian, proporsi tepung kacang gude dan tepung ikan bandeng tidak memengaruhi kadar protein secara signifikan, tetapi memengaruhi karakteristik sensoris biskuit PMT. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan melakukan analisis energi dan uji daya terima. Kata kunci : biskuit PMT, tepung kacang gude, tepung ikan bandeng, kadar protein, karakteristik sensoris.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: S1 Gizi > Masakan
Divisions: Prodi S1 Gizi > Masakan
Depositing User: Rachel Anggita Wijayanti
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:07
Last Modified: 19 Aug 2026 05:07
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3274

Actions (login required)

View Item View Item