D Meylan, Cicilia Cindy Permata (2026) Efektivitas Pemberian Buerger Allen Exercise dan Foot Massage terhadap Skor Ankle Brachial Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Depok III Sleman. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA.
|
Text
Halaman Depan_Kata Pengantar.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (786kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (207kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (84kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (39MB) |
Abstract
Hiperglikemia kronis pada Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) memicu disfungsi vaskular perifer dan Penyakit Arteri Perifer (PAP) yang berisiko tinggi menyebabkan ulkus diabetikum hingga amputasi, namun deteksi dini dan intervensi preventif mandiri di tingkat pelayanan primer masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi Buerger Allen Exercise (BAE) dan foot massage terhadap peningkatan skor Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DMT2 di Padukuhan Mrican, Ambarukmo, Nologaten, dan Tambakbayan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman. Metode penelitian menggunakan True Experimental dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT) pre-test and post-test control group design serta alokasi SNOSE. Sampel berjumlah 44 responden yang terbagi seimbang ke dalam kelompok intervensi (kombinasi BAE 15 menit dan foot massage 15 menit, n = 22) serta kelompok kontrol (BAE tunggal 15 menit, n = 22) sebanyak 3 sesi selama 1 minggu pada hari berselang. Pengukuran skor ABI dilakukan menggunakan tensimeter digital terkalibrasi oleh penilai tersamar (blinded evaluator) satu hari setelah seluruh rangkaian penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan skor ABI awal kedua kelompok homogen pada rentang borderline PAP (median 0,90–0,92; p > 0,05). Pasca-intervensi, kedua kelompok mengalami peningkatan skor ABI bermakna (p = 0,000). Namun, kelompok intervensi berhasil mencapai kategori perfusi normal (median >1,00; rerata kanan 1,0083; rerata kiri 1,0005) dengan selisih peningkatan (gain score) yang signifikan lebih tinggi (p = 0,000) serta besaran efek yang kuat (kanan r = 0,6083; kiri r = 0,5941) dibandingkan kelompok kontrol yang tetap berada pada rentang borderline (median 0,93). Kombinasi BAE dan foot massage terbukti lebih efektif meningkatkan perfusi vaskular perifer. Pihak Puskesmas dianjurkan menyusun SOP serta mengintegrasikan intervensi ini ke program Prolanis dan pendampingan keluarga di rumah, sementara perawat dapat menerapkannya sebagai terapi komplementer mandiri, serta peneliti selanjutnya disarankan melakukan pengontrolan metabolik harian dan pemantauan jangka panjang (longitudinal follow-up).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Divisions: | Prodi S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Cicilia Cindy Permata D Meylan |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 09:10 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 09:10 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3329 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

