PENGARUH PEER GROUP EDUCATION BERBASIS WHATSAPP TERHADAP EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PROLANIS YOBEN SEHAT MINGGIR SLEMAN

Meliana, Melin Meliana (2026) PENGARUH PEER GROUP EDUCATION BERBASIS WHATSAPP TERHADAP EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PROLANIS YOBEN SEHAT MINGGIR SLEMAN. Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih.

[img] Text
Melin Meliana_Cover Kata Pengantar.pdf

Download (773kB)
[img] Text
Melin Meliana_BAB 1.pdf

Download (196kB)
[img] Text
Melin Meliana_BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (395kB)
[img] Text
Melin Meliana_BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (309kB)
[img] Text
Melin Meliana_BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (252kB)
[img] Text
Melin Meliana_BAB 5.pdf

Download (166kB)
[img] Text
Melin Meliana_Lampiran.pdf

Download (6MB)

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik dengan ciri terjadi tingginya kadar gula darah. Prevalensi diabetes di seluruh dunia terus meningkat, termasuk di Indonesia dan secara khusus di kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Dalam upaya pengendalian diabetes mellitus, media digital seperti WhatsApp untuk membentuk peer group sebagai sarana edukasi, motivasi, serta dukungan sosial bagi pasien dinilai mampu meningkatkan efikasi diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer group education berbasis WhatsApp terhadap efikasi diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Prolanis Yoben Sehat Minggir. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel berjumlah 26 responden, terdiri dari 13 kelompok intervensi dan 13 orang kelompok kontrol, yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur efikasi diri adalah kuesioner DMSES-I. Karakteristik responden sebagian besar responden dalam penelitian ini berada pada kategori usia pra lansia (50-60 tahun) dan berjenis kelamin perempuan. Dari segi latar belakang pendidikan, mayoritas responden adalah lulusan SMA/SMK dan sebagian besar berstatus bekerja. Selain itu, sebagian besar responden sudah menderita penyakit diabetes mellitus tipe 2 selama ≤ 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan skor efikasi diri. Namun, kelompok intervensi mencapai rerata skor yang lebih tinggi (2,16 ± 0,09) dibandingkan kelompok kontrol (2,061 ± 0,08). Kesimpulan dari penelitian ini adalah peer group education berbasis WhatsApp efektif meningkatkan efikasi diri pasien diabetes mellitus tipe 2. Disarankan kepada fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya program Prolanis, untuk mempertimbangkan penerapan peer group education berbasis WhatsApp sebagai salah satu upaya peningkatan efikasi diri pasien diabetes mellitus tipe 2.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Divisions: Prodi S1 Keperawatan
Depositing User: Melin Meliana .
Date Deposited: 18 Feb 2026 05:27
Last Modified: 18 Feb 2026 05:27
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2834

Actions (login required)

View Item View Item