HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PEGAWAI STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA

Widyawati, Maria Gracia Pramesti Widyawati (2026) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PEGAWAI STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA.

[img] Text
Halaman Depan-Kata Pengantar.pdf

Download (649kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (38kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (530kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (228kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (16kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Setiap individu mempunyai tingkat aktivitas fisik yang berbeda utamanya bila waktu telah dihabiskan untuk bekerja yang berdampak pada IMT. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain umur, jenis kelamin, pola makan, pengetahuan, merokok dan stres. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pola makan, tingkat aktivitas fisik dan kategori IMT serta hubungan aktivitas fisik dengan IMT pada pegawai STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelatif menggunakan pendekatan cross-sectional, jumlah responden penelitian ini sebanyak 65 orang. Pengukuran tingkat aktivitas fisik dilakukan menggunakan IPAQ. Sedangkan, IMT didapatkan dari hasil pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan. Uji statistik yang digunakan yaitu Spearmen’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (60,0%) responden mempunyai pola makan cukup, lebih dari setengah (58,5%) responden melakukan aktivitas fisik berat, dan sebanyak 25 (38,5%) responden mempunyai IMT yang termasuk dalam kategori obesitas I. Selain itu, hasil uji spearman’s rho menunjukkan p value 0,168 sehingga secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan IMT. Tidak adanya hubungan tersebut dapat disebabkan oleh faktor umur, jenis kelamin, stres, pola makan, jenis pekerjaan dari responden. Umur responden didominasi dewasa yaitu 23-44 tahun dan berjenis kelamin perempuan membuat penurunan metabolisme tubuh yang berdampak pada peningkatan berat badan bahkan obesitas. Peningkatan IMT cenderung terjadi meskipun telah melakukan aktivitas fisik yang berat. Hormon estrogen juga mempengaruhi persebaran lemak tubuh, bila terjadi penurunan seperti saat menopause maka persebaran lemak berpindah ke viseral yang menyebabkan obesitas. Stres berdampak pada peningkatan pola makan bahkan meningkatkan perilaku sedentari. Pola makan responden yang konsumsi makanan siap saji/ membeli makanan diluar, konsumsi makanan atau minuman manis, dan ngemil setelah makan malam mempengaruhi terjadinya obesitas. Responden dapat melanjutkan program aktivitas fisik di lingkungan STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan membuat program peregangan setiap dua jam disertai berjalan singkat selama lima menit guna mengurangi intensitas duduk selama jam kerja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Divisions: Prodi S1 Keperawatan
Depositing User: Maria Gracia Pramesti Widyawati
Date Deposited: 20 Feb 2026 03:14
Last Modified: 20 Feb 2026 03:14
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2883

Actions (login required)

View Item View Item