PENERAPAN TERAPI MINYAK ZAITUN PADA PASIEN HEMODIALISIS YANG MENGALAMI GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DI RUMAH SAKIT ATMA JAYA JAKARTA

Kidi, Maria Katarina (2026) PENERAPAN TERAPI MINYAK ZAITUN PADA PASIEN HEMODIALISIS YANG MENGALAMI GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DI RUMAH SAKIT ATMA JAYA JAKARTA. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih.

[img] Text
Halaman Judul-Kata Pengantar 1.pdf

Download (799kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (201kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (364kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (242kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (253kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (173kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (827kB)

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penurunan fungsi ginjal progresif dan irreversible yang pada stadium lanjut memerlukan hemodialisis. Pasien hemodialisis sering mengalami gangguan integritas kulit seperti xerosis dan pruritus akibat penumpukan toksin uremik dan penurunan kelembapan kulit, yang berdampak pada kenyamanan dan kualitas hidup. Terapi minyak zaitun (extra virgin olive oil/EVOO) sebagai emolien alami dapat meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi gatal.Studi kasus ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi minyak zaitun dalam memperbaiki gangguan integritas kulit pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus berbasis Evidence-Based Nursing (EBN) pada dua pasien PGK di RS Atma Jaya Jakarta. Intervensi dilakukan dengan mengoleskan EVOO 6 kali selama 2 minggu. Evaluasi menggunakan 5-D Itch Scale, Overall Dry Skin Score (ODSS), dan skin analyzer. Hasil menunjukkan perbaikan pada kedua pasien. Pada pasien pertama, skor pruritus menurun dari 24 (sangat berat) menjadi 12 (sedang) dengan penurunan durasi gatal dan gangguan tidur. Pada pasien kedua, skor menurun dari 21 (berat) menjadi 11 (ringan) tanpa gangguan aktivitas. Kelembapan kulit meningkat, terutama pada ekstremitas bawah pasien pertama dari 10–11% menjadi 15–20%, serta pada pasien kedua dari 18–30% menjadi 30–41% dengan beberapa area mencapai normal. Derajat xerosis membaik dari derajat 3 menjadi derajat 1 dengan kulit lebih halus dan sisik minimal. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan. Kesimpulannya, terapi minyak zaitun efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk menurunkan pruritus, meningkatkan kelembapan kulit, dan memperbaiki xerosis pada pasien hemodialisis. Kata kunci : Hemodialisis, Gangguan integritas kulit, Minyak zaitun

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Profesi Ners
Divisions: Profesi Ners >
Depositing User: Maria Katarina Kidi
Date Deposited: 26 Jun 2026 04:05
Last Modified: 26 Jun 2026 04:05
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3026

Actions (login required)

View Item View Item