Marcercelliana Ageng Jati Kumala Sinta, Marcel (2026) KARYA TULIS ILMIAH STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN AKTIVITAS FISIK PATOLOGIS PROSES PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA. In: STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
HALAMAN DEPAN..pdf Download (433kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (122kB) |
|
|
Text
BAB 2 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (354kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (81kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (213kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN..pdf Download (831kB) |
Abstract
Latar Belakang: Stroke adalah gangguan neurologis yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke, yang berujung pada keruskan jaringan otak,serta berbagai gangguan fungsi tubuh.Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pasien strok adalah gangguan mobilitas fisik, yang dapat menghambat kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Perawat memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang menyeluruh untuk meningkatkan kemampuan mobilisasi pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan yang komperhensif pada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Inidan evaluasi keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu pasien stroke yang di rawat di Ruang Elisabeth Gruyters Lantai 1 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.Data di kumulkan melalui wawancara,observasi,pemeriksaan fisik,pemantauan kondisi klinis,dan studi dokumentasi rekam medis.Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data,penyajian data secara naratif,dan pemeriksaan kesimpulan. Hasil Pengkajian Kasus : Pengkajian terhadap Bp. S.W menunjukkan adanya riwayat penyakit stroke yang mendapatkan perawatan secara teratur, riwayat penyakit jantung, riwayat Acute Kidney Injury (AKI), serta riwayat Ischemic Heart Disease (IHD). Hasil pemeriksaan ekokardiografi (ECHO) yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2025 menunjukkan nilai Ejection Fraction (EF) sebesar 58%. Selama pengkajian, pasien melaporkan keluhan berupa badan yang terasa lemas, pusing, dan penurunan nafsu makan. Keluhan ini dirasakan sejak Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 178/73 mmHg,suhu tubuh 36,7 °C, frekuensi nadi 66 kali/menit, frekuensi respirasi 20 kali/menit,dan saturasi oksigen 98 %. Pembahasan Kesenjangan: Terdapat sejumlah kesenjangan antara teori dan praktik dalam penyediaan asu han keperawatan bagi pasien stroke yang mengalami gangguan mobilisasi fisik. Secara teoritis, latihan mobilisasi seharusnya dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur untuk meningkatkan kekuatan otot serta mencegah komplikasi yang di sebabkan oleh imobilisasi. Namun, dalam praktiknya, mobilisasi pasien harus disesuaikan dengan kondisi klinis, tingkat kelemahan ekstremitas, toleransi aktivitas, dan risiko jatuh yang dihadapi oleh pasien. Selain itu, pengkajian terhadap kemampuan mobilitas dan aktivitas sehari-hari sering kali terhambat oleh kondisi hemiparesis, yang mengharuskan pasien untuk mendapatkan bantuan dalam melakukan pergerakan. Keterlibatan keluarga dalam mendampingi latihan rentang gerak ( Range Of Motion/ROM ) . Kesimpulan dan Implementasi: Fokus utama dari temuan ini adalah peningkatan mobilitas fisik serta kemampuan aktivitas pasien. Implementasi keperawatan dilakukan melalui intervensi dukungan mobilisasi yang mencakup pemantauan tanda-tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas, pengkajian tingkat kekuatan otot, bantuan mobilisasi secara bertahap sesuai dengan toleransi pasien,latihan rentang gerak (ROM) baik pasif maupun aktif,serta perubahan posisi secara berkala untuk mencegah komplikasi akibat imobilisasi.Selain itu,edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya mobilisasi dini,serta kolaborasi dengan tim medis dan fisioterapi sangat penting untuk mengopimalkan pemulihan fungsi motorik pasien. Diagnosis Keperawatan (SDKI): Intoleransi Aktivitas b.d kelemahan umum,penurunan perfusi jaringan otak,dan penurunan kapasitas fisik akibat kerusakan neurologis skunder stroke. Gangguan Mobilitas Fisik b.d gangguan neuromuskular (hemiparesis/hemiplegia), penurunan kekuatan otot, dan keseimbangan akibat kerusakan area motorik otak. Defisit Perawatan Diri b.d Kelemahan ekstremitas, gangguan fungsi motorik, serta keterbatasan kemampuan aktivitas sehari-hari. Kata Kunci : Stroke, Gangguan Mobilitas Fisik, Asuhan Keperawatan, Hemiparesis, Mobilisasi, Latihan Rentang Gerak (ROM).
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Other) |
|---|---|
| Subjects: | DIII Keperawatan > Stroke |
| Depositing User: | Marcellian Ageng Jati Kumala Sinta |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:54 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:54 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3087 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

