Novaya Siwi, Luisa Veni (2026) Pengaruh Perbandingan Tepung Kedelai dan Tepung Cangkang Telur Bebek terhadap Kadar Kalsium dan Karakteristik Organoleptik Makanan Enteral bagi Lansia. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
|
Text
Halaman Depan- Kata Pengantar.pdf Download (580kB) |
|
|
Text
BAB 1 (1).pdf Download (223kB) |
|
|
Text
BAB 2 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (648kB) |
|
|
Text
BAB 3 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (462kB) |
|
|
Text
BAB 4 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (359kB) |
|
|
Text
BAB 5 (1).pdf Download (198kB) |
|
|
Text
Lampiran (1).pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Osteoporosis merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami lansia akibat penurunan kepadatan tulang. Pemenuhan kebutuhan kalsium pada lansia sering kali belum optimal, terutama pada lansia dengan intoleransi laktosa yang mengalami keterbatasan dalam mengonsumsi susu sebagai sumber kalsium. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan makanan enteral bebas laktosa dengan memanfaatkan tepung kedelai sebagai sumber protein dan tepung cangkang telur sebagai sumber kalsium. Tujuan: Mengetahui pengaruh perbandingan tepung kedelai dan tepung cangkang telur terhadap kadar kalsium, karakteristik organoleptik, dan daya terima makanan enteral bagi lansia. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (F1, F2, dan F3) dan tiga kali pengulangan. Kadar kalsium dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Uji organoleptik meliputi kenampakan, citarasa, tekstur, kekentalan, aftertase, dan kesukaan keseluruhan dengan melibatkan 36 panelis semi-terlatih. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman dan dilanjutkan Wilcoxon apabila terdapat perbedaan. Formula terpilih berdasarkan hasil uji organoleptik selanjutnya diuji daya terima pada 10 lansia dengan pemberian 200 mL persajian dan pengukuran berdasarkan jumlah produk yang dikonsumsi. Hasil: Kadar kalsium menunjukkan perbedaan signifikan antar formula (p=0,002), dengan F1 sebesar 606,33±129,08 mg/100 g, F2 sebesar 863,77±142,66 mg/100 g, dan F3 sebesar 1.198,36±16,03 mg/100 g. Peningkatan proporsi tepung cangkang telur meningkatkan kadar kalsium, tetapi cenderung menurunkan karakteristik organoleptik. F1 merupakan formula perlakuan dengan karakteristik organoleptik terbaik dan terpilih untuk uji daya terima. Rata-rata konsumsi F1 sebesar 113 mL dari 200 mL, dengan daya terima sebesar 56,5%. Kesimpulan: Perbandingan tepung kedelai dan tepung cangkang telur berpengaruh terhadap kadar kalsium dan sebagian besar karakteristik organoleptik. F1 memiliki karakteristik organoleptik dan daya terima terbaik di antara formula perlakuan, sedangkan F3 memiliki kadar kalsium tertinggi. Saran: Diperlukan reformulasi untuk memperbaiki tekstur yang masih berpasir dan citarasa yang kurang manis dengan tetap mempertahankan kadar kalsium.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Gizi |
| Divisions: | Prodi S1 Gizi |
| Depositing User: | Luisa Veni Novaya Siwi |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 09:08 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 09:08 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

