Pengaruh Aromaterapi Serai terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Acute Coronary Syndrome di Rawat Inap RS Santa Elisabeth dan RS Panti Rini

Arinanda, Helena Della (2026) Pengaruh Aromaterapi Serai terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Acute Coronary Syndrome di Rawat Inap RS Santa Elisabeth dan RS Panti Rini. Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta.

[img] Text
1. Halaman Depan.pdf

Download (720kB)
[img] Text
2. BAB 1.pdf

Download (241kB)
[img] Text
3. BAB 2.pdf

Download (312kB)
[img] Text
4. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (294kB)
[img] Text
5. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (299kB)
[img] Text
6. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (208kB)
[img] Text
7. Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Gangguan kualitas tidur merupakan salah satu masalah yang dapat dialami pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) selama hospitalisasi. Aromaterapi serai (Cymbopogon citratus) merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang berpotensi memberikan efek relaksasi dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi serai terhadap kualitas tidur pasien ACS di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth dan Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest dengan 30 responden. Intervensi diberikan selama 15 menit sebelum tidur selama dua malam berturut-turut dan kualitas tidur diukur menggunakan Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ). Karakteristik responden didominasi usia >65 tahun (73,3%), perempuan (56,7%), tidak bekerja (83,3%), pendidikan SD (33,3%), dirawat di bangsal/rawat inap (56,7%), jenis ACS: UAP (60%), belum pernah mengalami ACS sebelumnya (63,3%), didampingi keluarga (93,3%), dan menggunakan BPJS (96,7%). Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki kualitas tidur buruk (skor RCSQ <63,4). Setelah intervensi, 21 responden (70%) memiliki kualitas tidur baik (skor RCSQ ≥63,4), sedangkan 9 responden (30%) masih memiliki kualitas tidur buruk. Rata-rata skor RCSQ meningkat dari 26,07 ± 11,832 menjadi 72,20 ± 27,319 dengan rata-rata peningkatan 46,13. Hasil Paired Samples T-Test menunjukkan p <0,001, sehingga terdapat perbedaan kualitas tidur yang signifikan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi serai (Cymbopogon citratus) berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur pasien ACS. Kata kunci: Acute Coronary Syndrome, aromaterapi serai, Cymbopogon citratus, kualitas tidur, RCSQ.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Divisions: Prodi S1 Keperawatan
Depositing User: Helena Della Arinanda
Date Deposited: 19 Aug 2026 08:19
Last Modified: 19 Aug 2026 08:19
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3282

Actions (login required)

View Item View Item