Hubungan Tingkat Triase, Pemeriksaan Penunjang, dan Kesiapan Ruang Rawat Inap dengan Lama Waktu Tunggu Pasien di Instalasi Gawat Darurat RS. Panti Rapih Yogyakarta

Putra Pratama, Yuda Alberth (2026) Hubungan Tingkat Triase, Pemeriksaan Penunjang, dan Kesiapan Ruang Rawat Inap dengan Lama Waktu Tunggu Pasien di Instalasi Gawat Darurat RS. Panti Rapih Yogyakarta. Undergraduate thesis, TIKes Panti Rapih Yogyakarta.

[img] Text
Halaman depan.pdf

Download (439kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (179kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (225kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (233kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (234kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (147kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) dituntut memberikan pelayanan cepat, tepat, dan terintegrasi. Lama waktu tunggu pasien merupakan salah satu indikator pelayanan IGD yang dapat dipengaruhi oleh tingkat triase, pemeriksaan penunjang, dan kesiapan ruang rawat inap. Penelitian ini menganalisis hubungan tingkat triase, pemeriksaan penunjang, dan kesiapan ruang rawat inap dengan lama waktu tunggu pasien di IGD RS Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 251 pasien. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Uji hubungan menggunakan Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Mayoritas pasien berada pada triase ESI 3 sebanyak 197 pasien (78,5%). Median waktu pemeriksaan penunjang adalah 91 menit, kesiapan ruang rawat inap 23 menit, dan lama waktu tunggu pasien 208 menit. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat triase dan lama waktu tunggu (r = 0,037; p = 0,556). Terdapat hubungan signifikan antara pemeriksaan penunjang dan lama waktu tunggu (r = 0,129; p = 0,042) serta antara kesiapan ruang rawat inap dan lama waktu tunggu (r = 0,459; p = 0,001). Hal tersebut menandakan tingkat triase tidak berhubungan signifikan dengan lama waktu tunggu, sedangkan pemeriksaan penunjang dan kesiapan ruang rawat inap berhubungan signifikan dengan lama waktu tunggu pasien. Kesiapan ruang rawat inap memiliki hubungan paling kuat sehingga optimalisasi koordinasi antarunit diperlukan untuk mengurangi waktu tunggu pasien. Kata kunci: kesiapan ruang rawat inap, lama waktu tunggu, pemeriksaan penunjang, triase.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Divisions: Prodi S1 Keperawatan
Depositing User: Yuda Alberth Pratama Putra
Date Deposited: 20 Aug 2026 06:31
Last Modified: 20 Aug 2026 06:31
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3306

Actions (login required)

View Item View Item