Yulius Angga, Dayu Kurniawan (2026) PENERAPAN PEMBERIAN POSISI ELEVASI KEPALA 30° TERHADAP PERUBAHAN HEMODINAMIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG ICU TZU CHI HOSPITAL. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA.
|
Text
Halaman depan Yulius.pdf Download (854kB) |
|
|
Text
BAB 1 YULIUS.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
BAB 2 YULIUS.pdf Restricted to Repository staff only Download (276kB) |
|
|
Text
BAB 3 YULIUS.pdf Restricted to Repository staff only Download (210kB) |
|
|
Text
BAB 4 YULIUS.pdf Restricted to Repository staff only Download (215kB) |
|
|
Text
BAB 5 YULIUS.pdf Download (135kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN YULIUS.pdf Download (1MB) |
Abstract
Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat sumbatan pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan penurunan perfusi serebral, gangguan hemodinamik, dan penurunan kesadaran. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mempertahankan oksigenasi dan perfusi otak. Salah satu tindakan keperawatan mandiri yang dapat dilakukan adalah pemberian posisi elevasi kepala 30°. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pemberian posisi elevasi kepala 30° terhadap perubahan hemodinamik pada pasien stroke non hemoragik di ruang ICU Tzu Chi Hospital. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada tiga pasien stroke non hemoragik post trombolitik dengan penurunan kesadaran yang dirawat di ICU. Data diperoleh melalui pengkajian keperawatan, observasi tanda vital, pemantauan hemodinamik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi berupa pemberian posisi elevasi kepala 30° dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan pemantauan tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan Glasgow Coma Scale (GCS). Hasil menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami perbaikan parameter hemodinamik setelah pemberian posisi elevasi kepala 30°. Saturasi oksigen meningkat pada Ny. R dari 94% menjadi 98%, pada Tn. H dari 92% menjadi 97%, dan pada Tn. S dari 96% menjadi 99%. Selain itu terjadi penurunan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas ke arah rentang yang lebih stabil serta peningkatan nilai GCS. Penerapan posisi elevasi kepala 30° terbukti membantu meningkatkan oksigenasi, mempertahankan perfusi serebral, menstabilkan hemodinamik, dan meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke non hemoragik sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri di ruang perawatan intensif. Kata kunci: stroke non hemoragik, elevasi kepala 30°, hemodinamik, saturasi oksigen, perfusi serebral.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | S1 Profesi Ners > Penyakit Dalam |
| Divisions: | Profesi Ners > |
| Depositing User: | Yulius Angga Dayu Kurniawan |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 03:09 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3042 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

