Margareta Wanda, Narwastuti (2026) Pengaruh Chewing gum terhadap Rasa Haus pada Pasien Hemodialisis di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Undergraduate thesis, STIKes Panti Rapih.
|
Text
Halaman Depan - Kata Pengantar .pdf Download (690kB) |
|
|
Text
BAB 1 .pdf Download (366kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (547kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (651kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (611kB) |
|
|
Text
BAB 5 .pdf Download (357kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN .pdf Download (5MB) |
Abstract
Rasa haus sering dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis akibat pembatasan cairan dan penurunan produksi saliva. Rasa haus yang tidak terkontrol dapat meningkatkan konsumsi cairan, Interdialytic Weight Gain (IDWG), serta risiko komplikasi kardiovaskular. Chewing gum free sugar merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat merangsang produksi saliva sehingga berpotensi mengurangi rasa haus tanpa menambah asupan cairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh chewing gum free sugar terhadap rasa haus pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RS Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group. Sampel awal 34 responden, terdiri atas 17 kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol, dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan chewing gum free sugar sebanyak 48 butir selama 6 hari, 2 butir setiap kali mengunyah dilakukan selama 10 menit, dilakukan 4 kali sehari, sedangkan kelompok kontrol tanpa pemberian chewing gum free sugar. Satu responden kelompok intervensi mengalami drop out karena rawat inap. Rasa haus diukur dengan Thirst Distress Scale (TDS). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden laki-laki, berusia dewasa, menjalani hemodialisis lebih dari lima tahun, memiliki riwayat hipertensi, dengan rerata kenaikan berat badan interdialitik 3 kg. Terdapat penurunan skor rasa haus signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian chewing gum free sugar (p=0,014), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p=0,317). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan skor rasa haus signifikan antara kedua kelompok (p=0,003). Chewing gum free sugar berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa haus pada pasien hemodialisis dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi nonfarmakologis sederhana dan mudah diterapkan. Kata kunci: chewing gum free sugar, rasa haus, Thirst Distress Scale, hemodialisis, terapi nonfarmakologis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Divisions: | Prodi S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Margareta Wanda Narwastuti |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 09:32 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 06:06 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3138 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

