Angelica Alodia Adelaide Belinda, Alodia (2026) Studi Fenomenologi Pengalaman Konsumsi Bawang Putih Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Dusun Niten Trirenggo Bantul. Studi Fenomenologi Pengalaman Konsumsi Bawang Putih Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Dusun Niten Trirenggo Bantul. (Unpublished)
|
Text
HALAMAN DEPANN_.pdf Download (915kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (355kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (440kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (601kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN new.pdf Download (5MB) |
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di masyarakat. Meskipun terapi farmakologis modern telah tersedia luas, masyarakat lokal khususnya di pedesaan sering kali memilih dan mengombinasikannya dengan terapi komplementer. Bawang putih (Allium sativum) menjadi salah satu bahan herbal populer yang dipercaya secara turun-temurun untuk menstabilkan tekanan darah. Namun, belum banyak dieksplorasi secara mendalam mengenai bagaimana persepsi, cara pengolahan, serta makna subjektif dari pengalaman pasien hipertensi dalam mengonsumsi bawang putih secara mandiri di tingkat komunitas. Tujuan Penelitian: Untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam pengalaman subjektif pasien hipertensi dalam mengonsumsi bawang putih sebagai upaya pengelolaan tekanan darah mandiri di wilayah Dusun Niten, Trirenggo, Bantul. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) yang dilengkapi dengan catatan lapangan (field notes). Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik phenomenological menurut Colaizzi untuk menemukan tema-tema utama yang merepresentasikan pengalaman partisipan. Hasil Penelitian: Penelitian ini berhasil mengidentifikasi beberapa tema utama, yaitu: a.. Motivasi Awitan Konsumsi: Keputusan awal mengonsumsi bawang putih didorong oleh kemunculan gejala fisik akut (seperti pusing dan tengkuk terasa berat), rasa khawatir akan efek samping obat kimia jangka panjang, serta pengaruh rekomendasi dari jaringan sosial dan keluarga. b. Pola Pengolahan dan Adaptasi Dosis: Terdapat variasi cara konsumsi di masyarakat, mulai dari dikunyah mentah, direbus, hingga teknik "untal" (menelan langsung potongan kecil bawang putih) untuk meminimalkan aroma tajam dan sensasi pedas/panas. c. Pola Dual-Therapy (Terapi Ganda): Sebagian besar partisipan menerapkan pola konsumsi gabungan antara obat antihipertensi dari fasilitas kesehatan dan pemakaian bawang putih, yang diatur berdasarkan persepsi kondisi fisik harian. d. Indikator Keberhasilan Subjektif: Pasien menilai efektivitas bawang putih bukan semata-mata dari angka tekanan darah sistolik/diastolik, melainkan dari munculnya rasa kenyamanan fisik subjektif (awak penak). Kesimpulan & Implikasi: Pengalaman konsumsi bawang putih pada pasien hipertensi di Dusun Niten sangat dipengaruhi oleh persepsi budaya dan kenyamanan fisik lokal. Temuan ini menekankan pentingnya peran perawat komunitas dalam memberikan edukasi peka budaya (Transcultural Nursing) agar pasien dapat memadukan terapi komplementer secara aman, bijak, dan tepat tanpa mengabaikan pengawasan medis. Kata Kunci: Bawang Putih, Fenomenologi, Hipertensi, Keperawatan Komunitas, Pengalaman Pasien, Dual-Therapy.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Angelica Alodia Adelaide Belinda |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 05:21 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 05:21 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

