Pengaruh Edukasi Kesehatan Metode Storytelling Terhadap Kemampuan Cuci Tangan Enam Langkah Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Baciro Yogyakarta

Natania Delia Puspita Sari, Natania (2026) Pengaruh Edukasi Kesehatan Metode Storytelling Terhadap Kemampuan Cuci Tangan Enam Langkah Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Baciro Yogyakarta. Pengaruh Edukasi Kesehatan Metode Storytelling Terhadap Kemampuan Cuci Tangan Enam Langkah Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Baciro Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
Halaman Utama.pdf

Download (600kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (196kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (374kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (549kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (159kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (283kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

Perilaku mencuci tangan merupakan tindakan membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku menggunakan air bersih serta sabun untuk menghilangkan kotoran dan kuman penyebab penyakit. Perilaku tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan diri dan mencegah terjadinya penularan penyakit infeksi, terutama pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan cuci tangan 6 langkah pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Baciro Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre experimental dan pendekatan one group pre test-post design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 38 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan lembar observasi ketepatan cuci tangan 6 langkah. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki frekuensi mencuci tangan kurang dari 3 kali per hari (57,9%) dan sebagian besar responden mencuci tangan sebelum makan (92,1%). Kemampuan cuci tangan 6 langkah sebelum diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang (86,8%) dan kemampuan cuci tangan 6 langkah setelah diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori baik (94,7). Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan cuci tangan 6 langkah anak sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan metode storytelling dengan, dengan nilai p-value < 0,001 ( p < 0,05 ). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode storytelling efektif dalam meningkatkan kemampuan cuci tangan 6 langkah pada anak.usia sekolah dasar. Kata kunci: Anak Usia Sekolah, Cuci Tangan 6 Langkah, Edukasi Kesehatan, Storytelling.

Item Type: Article
Subjects: STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan
Depositing User: Natania Delia Puspita Sari
Date Deposited: 21 Aug 2026 09:06
Last Modified: 21 Aug 2026 09:06
URI: http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/3335

Actions (login required)

View Item View Item