PURWANJANI, ANGELINA (2026) KIAN: LAPORAN KARYA ILMIAH NERS ANALISIS PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP NYERI POST OPERASI FRATUR DI RUANG ELISABETH 1 RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Stikes Panti Rapih.
|
Text
Halaman Depan-Pengantar.docx Download (572kB) |
|
|
Text
BAB 1.docx Download (52kB) |
|
|
Text
BAB 2.docx Restricted to Repository staff only Download (105kB) |
|
|
Text
BAB 3.docx Restricted to Repository staff only Download (42kB) |
|
|
Text
BAB 4.docx Restricted to Repository staff only Download (142kB) |
|
|
Text
BAB 5.docx Download (36kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.docx Download (1MB) |
Abstract
Nyeri merupakan masalah utama yang sering dialami pasien pasca operasi fraktur akibat trauma jaringan dan Nyeri merupakan masalah utama pada pasien post operasi fraktur akibat trauma jaringan dan proses inflamasi yang dapat menghambat mobilisasi serta memperlambat pemulihan apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi komplementer, salah satunya terapi musik klasik Mozart. Studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan terapi musik klasik Mozart terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur di Ruang Elisabeth 1 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan evidence-based nursing practice pada tiga pasien hari ke-0 pasca operasi fraktur, yaitu Bp. Sr (42 tahun, fraktur radius kanan), Ny. B (63 tahun, fraktur intertrokanter femur sinistra), dan Bp. Sg (73 tahun, fraktur collum femur dextra). Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi terapi musik klasik Mozart sesuai SOP. Hasil menunjukkan seluruh pasien mengalami penurunan skala nyeri sebesar satu poin. Skala nyeri Bp. Sr menurun dari 5 menjadi 4, Ny. B dari 4 menjadi 3, dan Bp. Sg dari 6 menjadi 5. Perubahan kategori nyeri terjadi pada Ny. B, dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan respons penurunan nyeri dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, jenis operasi, komorbiditas, jenis anestesi, serta waktu pemberian terapi musik (3 jam, 7 jam, dan 9 jam pasca operasi). Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik Mozart efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan skala nyeri pasien post operasi fraktur dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen nyeri holistik di ruang perawatan. Kata kunci: terapi musik klasik Mozart, nyeri post operasi, fraktur, keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Profesi Ners |
| Divisions: | Profesi Ners > |
| Depositing User: | Angelina Purwanjani . |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 04:11 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 04:11 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2825 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

