Runesi, Filadelfia Adriana (2026) HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHANN MINUM OBAT ANTI TUBERKUOSISI PADA PASIEN TB DI CLUSTER PULMONOLOGI TB DOTS TZU CHI HOSPITAL. Undergraduate thesis, STIKES PANTI RAPIH.
|
Text
Hal Depan.pdf Download (435kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (367kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (331kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global dan penyebab kematian tertinggi akibat penyakit infeksi. Indonesia menempati urutan kedua setelah India dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Salah satu tantangan utama dalam pengobatan TB adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT), mengingat lamanya terapi yang harus dijalani. Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, komplikasi, hingga resistensi obat. Faktor motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, diyakini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB di Cluster Pulmonologi TB DOTS Tzu Chi Hospital Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling dari populasi pasien TB yang menjalani pengobatan periode Januari–Maret 2025. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner motivasi (20 item pernyataan) dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada usia produktif (84,2%), mayoritas berpendidikan tinggi (S1 dan S2), dan lebih banyak berjenis kelamin perempuan (55,3%). Tingkat motivasi responden sebagian besar berada pada kategori tinggi, sedangkan tingkat kepatuhan juga menunjukkan kecenderungan baik. Uji statistik menghasilkan nilai r = 0,404 dengan p = 0,012 (< 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi motivasi pasien, maka semakin baik pula kepatuhan dalam menjalani pengobatan TB. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan edukatif dan motivasional dari tenaga kesehatan serta peran keluarga dan pengawas menelan obat (PMO) untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | STIKes Panti RApih Yogyakarta > Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Filadelfia A Runesi |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:02 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:02 |
| URI: | http://repository.stikespantirapih.ac.id/id/eprint/2962 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

